Saturday, January 12, 2008
Sunday, December 16, 2007
Monday, July 23, 2007
One Year Achievement, more to GO
One year at semiconductor, with one year achievement, small contribution with big appreciation. :p
BTW dont misjudge with this picture, in fact i cant tell you all , it is an easy project. Most important is award and recognition. Thanks ON!!
Tuesday, February 27, 2007
Windows XP crash, can't reboot, aiyaa.
Work on the solution:
Estimate compleation : 1hours.
Working solution - How to recover from a corrupted registry that prevents Windows XP from starting
Other options you may read .How to perform an in-place upgrade (reinstallation) of Windows XP
Description of the Windows XP Recovery Console
How to Perform a Windows XP Repair InstallEstimate compleation : 1hours.
Thursday, December 28, 2006
Thursday, November 23, 2006
Tuesday, August 22, 2006
Thursday, July 06, 2006
Sorry I cant go
Dear Mr/Ms;
Thank you for your interest in applying for the position in RHB Bank Berhad.
We would like to invite you for an assessment test for for Young Graduate Trainee, IT Division. The details are as follows :-
Date / Day : 12 July 2006 / Wednesday
Time : 9.00 am
Venue : Lobby, Operation & Training Block,
RHB Complex Bangi,
No. 8 Jalan Institusi, Kawasan Institusi
43000 Bdr Baru Bangi/Sg Merab
Selangor Darul Ehsan
Person to see : Pn Maslinda ( 03 - 8690 xxxx )
Things to bring : 1) Original & photocopied certificates
2) Updated resume
3) Passport-sized photo
4) Calculator
Please reply to us through email to confirm both your interest and ability to make
this appointment. We look forward to see you.
Thank you.
------------------------------------------------------------------------------
Greeting from IMU,
Dear En xxxxx
As per tele conversation, the details for the interview as below:
Date : 26/6/2006
Time : 2.30pm
Venue : Level 2, International Medical University, Bukit Jalil, Kuala
Lumpur (Map Location as attached)
Attached is the application form for you to fill and kindly bring along
a copy of your academic certificate, 1 passport photo and a copy of
latest payslip.
Regards,
Azura
Human Resources
International Medical University
Bukit Jalil Kuala Lumpur
Thank you for your interest in applying for the position in RHB Bank Berhad.
We would like to invite you for an assessment test for for Young Graduate Trainee, IT Division. The details are as follows :-
Date / Day : 12 July 2006 / Wednesday
Time : 9.00 am
Venue : Lobby, Operation & Training Block,
RHB Complex Bangi,
No. 8 Jalan Institusi, Kawasan Institusi
43000 Bdr Baru Bangi/Sg Merab
Selangor Darul Ehsan
Person to see : Pn Maslinda ( 03 - 8690 xxxx )
Things to bring : 1) Original & photocopied certificates
2) Updated resume
3) Passport-sized photo
4) Calculator
Please reply to us through email to confirm both your interest and ability to make
this appointment. We look forward to see you.
Thank you.
------------------------------------------------------------------------------
Greeting from IMU,
Dear En xxxxx
As per tele conversation, the details for the interview as below:
Date : 26/6/2006
Time : 2.30pm
Venue : Level 2, International Medical University, Bukit Jalil, Kuala
Lumpur (Map Location as attached)
Attached is the application form for you to fill and kindly bring along
a copy of your academic certificate, 1 passport photo and a copy of
latest payslip.
Regards,
Azura
Human Resources
International Medical University
Bukit Jalil Kuala Lumpur
Wednesday, June 21, 2006
Saturday, June 03, 2006
Saturday, April 08, 2006
Planner III
What Planner Do ?
Planner III
(Negeri Sembilan - Seremban)
Requirements:
* Candidate must possess at least a Bachelor's Degree, Post Graduate Diploma or Professional Degree in Computer Science/Information Technology or equivalent.
* Required skill(s): English, hardworking, initiative.
* Preferred skill(s): IT Degree.
* Required language(s): English.
* Applicants must be willing to work in Seremban.
* Applicants should be Malaysian citizens or hold relevant residence status.
* Preferably junior executives specializing in IT/Computer - Network/System/Database Admin or equivalent.
* Full-Time positions available.
* Able to work closely with manufacturing and other relevant personnel
* Do material planning according to customer demands
* Liaise with counterparts from other sites
Planner III
(Negeri Sembilan - Seremban)
Requirements:
* Candidate must possess at least a Bachelor's Degree, Post Graduate Diploma or Professional Degree in Computer Science/Information Technology or equivalent.
* Required skill(s): English, hardworking, initiative.
* Preferred skill(s): IT Degree.
* Required language(s): English.
* Applicants must be willing to work in Seremban.
* Applicants should be Malaysian citizens or hold relevant residence status.
* Preferably junior executives specializing in IT/Computer - Network/System/Database Admin or equivalent.
* Full-Time positions available.
* Able to work closely with manufacturing and other relevant personnel
* Do material planning according to customer demands
* Liaise with counterparts from other sites
Sunday, December 25, 2005
Saturday, December 24, 2005
ACCP in memories ~~~~~~~~~~
Riddles
1) There is 3 bulbs in a room .. and 3 switch outside it how can we know which switch for each bulb ?
2) There is two gate keeper once alway tell the truth and one alway lie, if we want enter the right gate how should we do if we can only ask one question from them ?
answer : --------------------------------
2) There is two gate keeper once alway tell the truth and one alway lie, if we want enter the right gate how should we do if we can only ask one question from them ?
answer : --------------------------------
Thursday, December 08, 2005
I am only a guru wanna-b, pls be soft on me
Response.Buffer = true;
Response.Expires= -1;
Response.CacheControl = "no-cache";
Response.Expires= -1;
Response.CacheControl = "no-cache";
Wednesday, November 23, 2005
KENYATAAN HIDUP DISEBALIK PERMAINAN INI.
Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya
ada
kapur, di tangan kanannya ada pemadam.
Guru itu berkata, "Saya ada satu
permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan
kanan
ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika
saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin
cepat.
Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang
perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya
angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi,
tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk
mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi
kekok.
Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada
murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang
haq
itu haq,
yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun
kemudian,
musuh
musuh kita memaksakan
kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang
haq
menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi
kita
menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan
cara-cara
menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal
itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah
berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina
tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa
rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan
yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib
adalah
biasa,materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain."
"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit
menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya
Guru kepada murid-muridnya. "Paham cikgu..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang
anda
berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil
Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif dengan
tongkat,dan
lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet,
dan
ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet."Murid-murid,
begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam tidak akan
memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu anda akan
menolaknya mentah mentah.
Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan
mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir,
sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang
kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang
kuat.
sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn
tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu.
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru
rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghentam
terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai
dari
perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun
anda
muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara
yang
mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena
Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang
dijalankan oleh musuh
musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" tanya
murid- murid.
"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang
Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."
"Begitulah
Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar,
akhirnya
hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan
bangkit
serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita
berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takala
anak-anak
itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran
masing-masing
di kepalanya...
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya
ada
kapur, di tangan kanannya ada pemadam.
Guru itu berkata, "Saya ada satu
permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan
kanan
ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika
saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin
cepat.
Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang
perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya
angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi,
tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk
mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi
kekok.
Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada
murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang
haq
itu haq,
yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun
kemudian,
musuh
musuh kita memaksakan
kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang
haq
menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi
kita
menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan
cara-cara
menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal
itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah
berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina
tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa
rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan
yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib
adalah
biasa,materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain."
"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit
menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya
Guru kepada murid-muridnya. "Paham cikgu..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang
anda
berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil
Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif dengan
tongkat,dan
lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet,
dan
ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet."Murid-murid,
begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam tidak akan
memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu anda akan
menolaknya mentah mentah.
Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan
mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir,
sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang
kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang
kuat.
sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn
tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu.
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru
rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghentam
terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai
dari
perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun
anda
muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara
yang
mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena
Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang
dijalankan oleh musuh
musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" tanya
murid- murid.
"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang
Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."
"Begitulah
Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar,
akhirnya
hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan
bangkit
serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita
berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takala
anak-anak
itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran
masing-masing
di kepalanya...
Subscribe to:
Posts (Atom)

















